www.watudhakon.info | Situs Resmi Pengurus Komisariat Pergerkan Mahasiswa Islam Indonesia STAIN Ponorogo

Filsafat Pra Socrates

Oleh: Bayu Purna Safroni

Harapan Seorang Intelektual Bukanlah Dia Akan Punya Pengaruh Terhadap Dunia Tapi Satu Waktu, Suatu Tempat, Seserang Akan Membaca Apa Yang Pernah Ia Tulis

(ADORNO)

Bila kita membahas serta mendiskusikan filsafat pra socrates, berarti mau tidak mau dan secara langsung kita harus membahas kembali serta mengulas yang namanya sejarah filsafat. Sejarah filsafat merupakan satu perangkat metodologi keilmuan yang sangat penting sekali dan banyak digunakan orang dalam mempelajari filsafat. Sejarah filsafat disini diartikan sebgai sustu urutan kejadian yang saling berhubungan atau memilik hubungan sebab akibat sehingga suatu kejadian tidak terjadi begitu saja dan diartikan sebagai fenomena yang berdiri sendiri. Hal yang perlu dan penting kita lakukan adlah bukan mengingat urutan terjadinya melainkan makna dan esensi dibalik kejadian tersebut.

Dalam hal ini kita akan mencoba mengulas dan mengkaji filsafat pra sokrates, dalam perkembangan kajian filsafat telah diuraikan bahwasannya sejarah filsafat terbagi menjadi beberapa periodic,yaitu :

1. zaman yunni kuno (600 SM-200 SM)

2. zaman patristic dan pertengahan (200 SM-1600 M)

3. zaman modern (1600 M-1800 M)

4. zaman baru (1800 M-1950 M)

5. zaman post modern (1950 M-……… )

Berarti bisa dikatakan filsafat pra Socrates masuk dalam klasifikasi pada periodic zaman yunani kuno, pada zaman yunani kuno ini masyarakat yunani khususnya masih terkungkung pada hal-hal yag bersifat mitos dan mempunyai pikiran mistik. Pikiran mistik menurut Van Peursen adalah pikiran yang menganggap alam mempunyai jiwa dan manusia bagian dari alam ini . Tindakan mitos dan pikiran mistik ini dapat terlihat dari kebiasaan –kebiasaan masyarakat yunani kuno, misalkan.menyembah pohon-pohon yang dianggap keramat, menyambah batu, api dll. Dalam tradisi mitos dan pikiran mistik banyak hal-hal yag dianggap tabu dan dilarang yang diakaitkan dengan nasib manusia, misalkan “jangan duduk dipintu nanti telat jodoh”, “tidak boleh nikah ngalor ngulon” dan sebagainya .Menurut pendapat masyarakat yunani kuno bahwa jagad raya ini adalah titisan atau tercipta dari dewa-dewa.

Itulah sebabnya para filosof-filosof pra sokrates ide-idenya atau obyek pemikirannya cenderung bermuara pada ALAM. Para filososf –filosof tersebut ingin mengungkap APA SEBENARNYA ASAL MUASAL TERBENTUKNYA ALAM ITU? Inilah pertanyan terbesar yang diajukan oleh filosof-filosof pra Socrates. Para filosof tersebut ingin membongkar nalar mitos dan pikiran mitis yang selama ini melekat pda masyarakat yunani kuno.

Filosof- filosof Zaman Pra Socrates

A. Thales (624-546 SM)

Thales dilahirkan di miletus salah satu daerah yang ada di yunani. Thales digelari sebagai bapak filssfat karena dia adalah orang yang mula-mula berfilsafat. Gelar itu diberikan karena ia mengajukan pertanyaan yang amat mendasar, yaitu Apa Bahan Alam Semesta Ini ? tak pelak lagi pertanyaan ini amat mendasar. Thales memberikan jawabannya sendiri bahwa segala sesuatu berasal dari air. Jawaban ini sebenarnya amat sederhana dan belum tuntas, belum tuntas karena dari apa air itu? Thales mengambil jawaban bahwa alam semesta ini tercipta dari air barangkali karena dia melihatnya bahwa air adalah sesuatu yng amat diperlukan dalam kehidupan, dan menurut pendapatnya bumi ini terapung dari air. Pertanyaan itu dijawabnya menggunakan akal bukan menggunakan agama atau kepercayaan lainnya.

B. Anaximander

“Bukan air” teriak Anaximander “tetapi yang tak terbatas “ (apeiron) Anaximander berkesimpulan bahwa hanya da satu asal mula yaitu yang tak terbatas.ia ada dari semua keabdian, lingkupyatak terbatas dan ia dapat bergerak. Materi kasar ini tidak dapat dilihat atau dirasakan tetapi ia hanya dapat diketahui dengan fikiran.

Menurut Anaximander jika air adlah azaz pertama yang menyusun alam semesta ini maka air harus ada dimana-mana harus meresapi segala sesuatu termasuk api dan benda-benda kering. Air begitu terbatas untuk berada dimana-mana. Penyebabnya air dibatasi oleh lawanyya yaitu api .

C. Anaximenes

Menurut anximenes asal musal dari ala mini bukanlah air atau sesuatu yang tak terbatas, tetapi sal musal dari alam adalah UDARA. Menurut anaximenes pada mulanya lam ini adalah udara kemudian ada pemadatan dan pengenceran. Udra yang memadat mnjadikan angin, air , batu dll. Sedangkan udara yang mengencer menjadi api. Inilah pendapat yang dikemukakan oleh anaximenes.

D. Heraclitus

Heraclitus menyangkal semua yang telah dicetuskan oleh para pendahulunya, menurut Heraclitus alam semesta ini selalu dalam keadaan berubah. Sesuatu yang dingin menjadi panas, sesuatu yang panas menjadi dingin. Itu berarti bahwa bila kita menghendaki memahami kehidupan kosmos, kita mesti menyadari bahwa kosmos itu dinamis. Kosmos tidak pernah dalam keadaan berhenti ia selalu bergerak, dan bergerak berarti berubah. Gerak itu menghasilkan perlawanan-perlawanan. Itulah sebabnya ia sampai pada konklusi bahwa yang mendasar dlam alam semesta ini bukanlah bahan seperti yang dipertanyakan oleh para filosof-filosof sebellumnya. Melainkan prosesnya. Pernyataanya adalah “SEMUA MENGALIR”.

Share and Enjoy:

Comments

Got something to say?




:clinguk2: :tob: :lempar: :mikir: :plis: :puyeng: :sikut: :sliweran: :diem: :gemes: :hore: :lirik: :ngacir: :mataduitan: :mlorok: :nangis: :ngakak: :ngelamun: more »